6 Cara Membuat Strategi Procurement Untuk Perusahaan Anda - eProcurement Indonesia
preloader

6 Cara Membuat Strategi Procurement Untuk Perusahaan Anda

6 Cara Membuat Strategi Procurement Untuk Perusahaan Anda
Pengadaan barang adalah bagian penting bagi perusahaan bahkan demi menghasilkan aktivitas operasional yang produktif. Tetapi, pengerjaan satu ini terkenal memakan banyak waktu dan sumber daya. Oleh karena itu, perusahaan perlu menggunakan strategi procurement yang pas supaya pengerjaannya bisa berjalan sesuai sasaran. Agar bisa merancang strategi procurement yang pas, perusahaan perlu melaksanakan sejumlah perubahan serta menganalisa keperluan secara spesifik.  Beda pemikiran, beda strategi. Tetapi 6 sistem ini sering kali dihasilkan referensi oleh para tim procurement lokal & multinasional yang sering kali tim ITPI Technology temui di lapangan. Apa saja 6 sistem strategi tersebut? Berikut penjabarannya.
  1. Analisis keadaan terbaru
Sebelum membuat strategi, berikan waktu lebih untuk mengenal keadaan terbaru dari masing-masing divisi yang berkaitan dengan urusan procurement. Pantau kembali kecocokan anggaran dan timeline, keperluan terkini dari setiap divisi, dan penawaran terkini dari penyedia barang/jasa.
  1. Meminta input (usulan) dari divisi berkaitan
Tiap pihak yang berkaitan dalam procurement pastinya mempunyai alasan kuat dalam mengajukan budget-nya. Pastikan untuk berdialog} di awal untuk mengenal standar kepentingan dan negosiasi anggarannya.
  1. Buat tujuan jangka pendek dan panjang
Tujuan bisa dibagi menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek umumnya lebih realistis dan masuk logika. Meskipun jangka panjang dipelajari dari laporan-laporan terdahulu dan seharusnya berjalan seiring dengan tujuan utama perusahaan sehingga dapat tepat sasaran dan efisien sampai masa akan datang.
  1. Pilih prioritas utama
Tentukan prioritas mana yang harus didahulukan dan dapat memberikan akibat lebih berakibat terhadap jalannya perusahaan.
  1. Memperkuat Tim
Sesudah membuat strategi perencanaan, diperlukan strategi tim procurement untuk eksekusinya. Strategi yang digunakan umumnya penambahan orang dalam tim, maupun mengadaptasi sistem terkini. Apabila Anda terbentur dengan strategi penambahan orang, mungkin solusi pengadaan online e-procurement bisa jadi jawaban karena lebih tepat sasaran dan efisien dari segi waktu, daya, dan biaya.
  1. Monitor Strategi
Eksekusi strategi bukanlah pintu terakhir. Tetapi diperlukan kontrol secara terstruktur  untuk mengenal apakah strategi baru telah sesuai dengan perencanaan di awal. Apabila Anda menerapkan e-procurement, pastinya kontrol bukan lagi menjadi informasi utama. Karena sistem online akan memberikan transparansi ke tiap divisi berkaitan dan pemantauan terstruktur  dari mana saja tanpa harus berada di dalam kantor.
Untuk informasi selengkapnya mengenai pengadaan barang dan jasa silahkan kunjungi Website https://eprocurement-indonesia.com/ atau bisa hubungi Helpdesk di +62811-3484-007 / +6231-591-75838

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *