Beberapa Hal Yang Membuat E-procurement Lebih Aman dan Transparan dibandingkan Pengadaan Konvensional - eProcurement Indonesia
preloader

Beberapa Hal Yang Membuat E-procurement Lebih Aman dan Transparan dibandingkan Pengadaan Konvensional

Sistem transaksi digital kini mulai banyak digemari masyarakat, tak terkecuali bagi sebuah perusahaan. Dalam hal pengadaan barang atau jasa, saat ini perusahaan lebih memilih dalam versi digital. E-procurement adalah solusi yang tepat bagi perusahaan yang ingin mencoba pengadaan secara online atau secara digital.

Dengan memilih platform dan mitra yang tepat, e-procurement mempunyai banyak manfaat yang signifikan bagi perusahaan. Keunggulan utama yang dimiliki e-procurement dibanding konvensional adalah transparansi dan keamanannya.

Perusahaan sebagai pihak yang membuat kerjasama dapat memegang kendali terhadap proses pengadaan agar sesuai dengan target. Lalu, apa saja yang membuat system e-procurement dinilai lebih aman dan transparan dibanding konvensional?

  1. Semua pihak yang terlibat dapat memiliki akses informasi pengadaan yang dilakukan. 

Seluruh data transaksi dan persetujuan dapat diakses oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, karena e-procurement mengutamakan asas transparansi dan akuntabilitas. Jadi, perusahaan dapat memantau proses pengadaan secara detail.

Tak hanya transaksi yang berlangsung, riwayat transaksi serta rencana pembelian juga dapat dilihat. Informasi yang dapat diakses dengan mudah dan fleksibel tentu akan memudahkan perusahaan untuk mengedit atau membuat keputusan.

  1. Follow-up persetujuan dengan mudah

E-procurement dapat mencatat segala aktivitas yang terjadi, seperti pemilihan vendor, pembuatan quotation untuk vendor, persetujuan pemesanan hingga penagihan. Hal ini biasanya memakan waktu yang lama seperti follow up, tetapi dengan e-procurement, hal ini dapat dilakukan dengan cepat, mudah dan bisa diakses kapan saja karena dilakukan secara online.

Hal ini tentunya jauh lebih baik dibanding harus menunggu kelengkapan dokumen seperti pada proses pengadaan manual yang dapat memakan waktu berhari-hari, Jadi, perusahaan dan vendor dapat sama-sama mendapatkan keuntungan dengan adanya kemudahan ini.

  1. Eprocurement membantu meminimalkan potensi penyalahgunaan anggaran

Proses pengadaan yang melibatkan dana besar tak jarang sangat rentan akan potensi penyalahgunaan anggaran. Dengan eprocurement, perusahaan dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya kecurangan karena seluruh kegiatan pengadaan dilakukan secara terpusat dan terbuka bagi siapa saja yang terlibat didalamnya. Dengan adanya riwayat transaksi dan pemesanan yang terekam dalam database dapat membantu perusahaan mengevaluasi penggunaan anggaran biaya secara detail.

E-procurement mengutamakan kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan pengadaan dengan membuat tahapan-tahapan lebih sederhana dibandingkan pengadaan konvensional. Semua proses pengadaan dilakukan secara online sehingga dapat membantu perusahaan mendapatkan layanan dan transaksi yang lebih mudah dan cepat.

Untuk informasi selengkapnya mengenai pengadaan barang dan jasa silahkan kunjungi Website https://eprocurement-indonesia.com/ atau bisa hubungi Helpdesk di +62811-3484-007 / +6231-591-75838.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *