Kemudahan Menggunakan Sistem E-Procurement saat Pandemi Covid 19 - eProcurement Indonesia
preloader

Kemudahan Menggunakan Sistem E-Procurement saat Pandemi Covid 19

Kemudahan Menggunakan Sistem E-Procurement saat Pandemi Covid 19

Perkembangan penyebaran Covid-19 yang sangat cepat, berdampak pada banyak aspek, antara lain aspek sosial dan ekonomi. Kasus covid sendiri sempat mengalami gelombang kedua pada pertengahan tahun 2021 karena penyebaran varian delta. Seiring berjalannya waktu, kasus covid-19 yang sempat tinggi akhirnya menurun. Untuk vaksinasi, rata-rata orang bisa mendapatkan perlindungan 70% dari vaksin yang dilakukan. Walaupun kasus ini sudah menurun, pemerintah tetap melakukan pemberlakuan physical distancing contohnya saat tahun baru dan tetap menerapkan protokol kesehatan di semua tempat terutama Mall, restoran, dan tempat-tempat lainnya terutama yang berisi banyak orang.

Dalam aktivitas operasional sebuah perusahaan, tidak terlepas dari adanya suatu pengerjaan pengadaan barang dan jasa atau yang biasa disebut dengan procurement. Secara garis besar, aktivitas pengadaan terdapat dua tipe yaitu pengadaan konvensional dan pengadaan digital. Di Indonesia sendiri, mayoritas perusahaan masih melakukan pengadaan secara konvensional. Tipe pengadaan ini membutuhkan prosedur yang cukup rumit serta memakan banyak waktu sehingga mengakibatkan berkurangnya efisiensi. Mulai dari pencarian produk yang dilakukan secara manual, pemilihan dan pertimbangan vendor, sampai perundingan harga dalam pengadaan konvensional, tentu akan menguras energi dan waktu. Selain itu, biasanya ditemukan pula permasalahan transparansi dalam suatu pengadaan konvensional. Hal ini tentu saja merugikan perusahaan melalui celah yang dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dari segi kegiatannya, pengadaan konvensional seringkali memerlukan pertemuan langsung antara penyedia barang dengan pembeli barang. Dengan sistem melakukan pertemuan sampai datang ke lokasi. Hal ini adalah hal yang wajar dilakukan saat sebelum pandemi. Sedangkan, kebijakan Pemerintah saat ini menghimbau kita untuk meminimalisir bepergian guna terhindar dari resiko COVID-19. Disinilah kehadiran teknologi berperan untuk menyediakan solusi pengadaan secara digital.

Saatnya Beralih ke Online

Seperti yang sudah kita ketahui, kebijakan dari PPKM mengharuskan pengontrolan dan pelarangan bagi operasional aktivitas usaha yang tidak terkait dengan keperluan pangan, kesehatan, dan logistik. Salah satu industri yang terdampak dari  kebijakan ini adalah industri retail, dimana sudah terdapat banyak kasus penutupan serta teguran dari pemerintah. Hal ini mengakibatkan terbatasnya alternatif para pembeli untuk melakukan pengadaan perlengkapan teknik secara tatap muka. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tepat dan efisien oleh perusahaan dalam menyikapi perubahan ini. Salah satunya adalah dengan menghadirkan kebiasaan dari berbelanja yang semula offline (datang ke toko) menjadi online (tanpa perlu datang ke toko).

Pengadaan online atau yang lebih dikenal dengan electronic procurement (E-procurement) adalah proses pengadaan yang menggunakan software sebagai alat utamanya. Dengan sistem yang ada dalam software mengkomputerisasi semua proses yang ada di procurement, sehingga hal ini dapat meminimalisir penggunaan kertas dan mengurangi kesalahan. Seluruh data-data eprocurement akan disimpan dalam database server.

Dengan menggunakan E-Procurement, perusahaan dapat menghemat pengeluaran yang berkaitan dengan dokumen-dokumen fisik, seperti nota, faktur dan sebagainya. Selain itu, dengan E-Procurement akan meningkatkan produktivitas karena menghemat waktu dan meminimalisir dokumen hilang.

E-Procurement dapat meningkatkan efisiensi serta efektivitas dalam kegiatan pengadaan. Efisiensi meliputi biaya yang rendah, mempercepat waktu dalam pengerjaan pengadaan, mengendalikan pengerjaan pengadaan secara sistematis, menyampaikan laporan pengadaan, dan integrasi fitur-fitur yang ditawarkan menyesuaikan keperluan perusahaan (auto quotation & approval level system) dari segi efektivitas, digital procurement bisa meningkatkan value dari pengadaan, pengelolaan data yang lebih terukur dan berkala, dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui platform digital, serta mengedepankan transparansi pengadaan di Indonesia.

Untuk informasi selengkapnya mengenai pengadaan barang dan jasa silahkan kunjungi Website https://eprocurement-indonesia.com/ atau bisa hubungi Helpdesk di +62811-3484-007 / +6231-591-75838.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.