KPI Bagian Purchasing dan Procurement - eProcurement Indonesia
preloader

KPI Bagian Purchasing dan Procurement

KPI Bagian Purchasing dan Procurement

KPI (Key Performance Indicator) adalah alat pengambilan keputusan yang berguna. KPI memiliki peranan yang penting bagi kelangsungan perusahaan. KPI bisa diandalkan untuk menilai kinerja perusahaan dan karyawannya. Tanpa sistem ini, penilaian yang dilakukan kurang memiliki bukti yang valid sehingga penilaian tidak bisa begitu dipercaya.

Untuk menilai kinerja perusahaan, akan lebih baik dinilai per divisi. Salah satu divisi suatu perusahaan adalah bagian purchasing. Biasanya, penilaian kinerja pada bagian ini seringkali hanya fokus pada masalah keuangan saja tanpa melihat secara mendalam. Hal itu membuat perusahaan tidak mengetahui kondisi lapangan yang sebenarnya. Kasus ini juga bisa menyebabkan karyawan yang sebenarnya baik di perusahaan menjadi tereliminasi.

Terdapat hal yang bisa dijadikan indikator pada KPI bagian purchasing. Berikut ini contohnya:

  1. Presentasi total biaya dibawah manajemen
  2. Kinerja dari supplier, mencakup harga, pengiriman, kualitas barang dan jasa, pelayanan, kecanggihan teknologi yang digunakan, hingga transparansi transaksi
  3. Penghematan biaya
  4. Negosiasi atas pengurangan biaya simpanan (cost reduction savings)
  5. Implementasi yang dilakukan atas pengurangan biaya simpanan (cost reduction savings)
  6. Nilai simpanan per pengeluaran operasional
  7. Pemenuhan kontrak
  8. Jumlah faktur
  9. Kesan subjektif yang disampaikan oleh para pelanggan
  10. Jumlah persen pemesanan belanja yang diterima
  11. Koordinasi tas aktivitas purchasing yang dilakukan, dll

Sistem KPI sangat direkomendasikan agar perusahaan memiliki kinerja pada bagian purchasing yang baik. Sistem ini akan berguna untuk memajukan perusahaan. Sistem ini haruslah sesuai dengan visi misi perusahaan.

Sebuah KPI dapat dikatakan tepat bila memiliki indikator SMART didalamnya. SMART sendiri terdiri dari:

Specific (spesifik) : Menjelaskan secara rinci mengenai apa saja yang diukur dalam indikator kinerja utama dan menjelaskan mengapa indikator kinerja tersebut penting

Measurable (terukur) : KPI harus dapat diukur dengan standar yang ditentukan

Achievable (tercapai) : KPI harus dapat tercapai atau direalisasikan oleh semua pihak dalam kesepakatan kerja

Relevant (sesuai) : Dalam mencapai sebuah goal, harus sesuai dengan visi dan misi yang telah terintegrasi dalam strategi bisnis anda

Timebound (batas waktu) : Key Performance Indicator yang ditetapkan dapat dicapai dalam batas waktu yang ditentukan

Jadi, dengan menggunakan KPI yang sesuai dengan standar perusahaan. Akan membuat perusahaan lebih efisien dalam mencapai strategi bisnis yang telah dimiliki.

Untuk informasi selengkapnya mengenai pengadaan barang dan jasa silahkan kunjungi Website https://eprocurement-indonesia.com/ atau bisa hubungi Helpdesk di +62811-3484-007 / +6231-591-75838.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.