Sistem Informasi Manajemen Pembelian, Evaluasi, dan Pembatasan Vendor/Supplier - eProcurement Indonesia
preloader

Sistem Informasi Manajemen Pembelian, Evaluasi, dan Pembatasan Vendor/Supplier

Sistem Informasi Manajemen Pembelian, Evaluasi, dan Pembatasan Vendor/Supplier

Pengerjaan pengadaan material bisa dilakukan dengan baik apabila di support dengan perusahaan supplier yang mempunyai kemampuan dan komitmen yang memadai. Persamaan visi dan misi wajib diusahakan agar terjadi keselarasan, hal ini penting agar kerja sama yang dijalankan bisa berjalan dengan baik dan saling menguntungkan di kedua belah pihak, atau win and win solution. 

Prinsip dasar bahwa supplier adalah partner bisnis, wajib diikuti juga dengan pemahaman bahwa supplier merupakan lini kedua pengerjaan produksi yang berada diluar perusahaan sehingga seluruh persoalan yang terjadi disetiap lini produksi berhubungan dengan material yang kita pesan merupakan tanggung jawab bersama, sesuai dengan porsi masing masing.

Sebelum melakukan relasi kerjasama dengan supplier, langkah pertama yang mesti dilakukan adalah melakukan penilaian terhadap kondisi perusahaan calon supplier tersebut sesuai dengan kriteria perusahaan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dengan menganggap bahwa proses produksi yang berlangsung di perusahaan supplier adalah perluasan proses produksi dari perusahaan kita atau merupakan lini kedua produksi yang berada di luar perusahaan kita, maka kondisi perusahaan supplier  harus dikenal dengan baik. Perlu dipertimbangkan bahwa masalah yang mungkin timbul pada perusahaan supplier secara langsung ataupun tidak langsung juga akan berdampak terhadap pelaksanaan pengerjaan produksi di lini produksi perusahaan kita yang menjadi tanggung jawab purchasing.

Pembelian (purchasing) merupakan salah satu fungsi dasar yang biasanya ada di semua macam perusahaan. Dikatakan fungsi dasar karena perusahaan tidak bisa beroperasi dengan baik tanpanya. Dari sifatnya, pembelian merupakan komponen dasar dan integral dari manajemen bisnis.

Sistem yang dipakai untuk menetapkan manajemen pembelian yang baik merupakan Prosedur Permintaan pembelian  (PR)  dan selanjutnya di buat  kedalam Pesanan pembelian (PO).

Di dalam perusahaan besar untuk pelaksanaan pembelian biasanya menggunakan Metode Pengadaan Pembelian secara digital untuk mendukung dan memfasilitasi Manajemen Pembelian. Sedangkan bagi perusahaan kecil biasanya menggunakan sistem manual  atau  sistem yang sederhana.

Untuk informasi selengkapnya mengenai pengadaan barang dan jasa silahkan kunjungi Website https://eprocurement-indonesia.com/ atau bisa hubungi Helpdesk di +62811-3484-007 / +6231-591-75838.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *